Sabtu, 18 Mei 2019

RUANGGURU : Solusi Belajar tanpa harus mengorbankan hak bermain anak


Annyeong cingudeul,
Setiap orang tua didunia pasti pengen ngasih yang terbaik buat anaknya, iyakan Cingudeul?
Apalagi kalau sudah menyangkut tumbuh kembang si anak, seolah-olah kebahagiaan anak-anak adalah prioritas utama dalam kehidupannya. Iyakan? Luar biasa memang. 
Tapi sebagai anak kita juga punya Hak untuk menentukan pilihan dalam setiap aspek kehidupan kita baik itu Hak untuk Bermain atau Belajar.

Hal tersebut yang beberapa waktu lalu mendasari diskusi kami, tema diskusi kami sekeluarga kali ini adalah menyangkut pendidikan adikku Wibri, yang saat ini duduk dikelas 1 Sekolah Dasar. Sebenarnya hal yang didiskusikan cukup sepele yaitu “ apakah adikku harus dimasukkan bimbingan belajar atau tidak?” sepele bukan? Tapi  karena adanya perbedaaan pendapat diskusi kali ini lebih panjang dari yang ku perkirakan..

Dalam diskusi ini kami terbagi menjadi dua kubu, kubu pertama digawangi oleh ibuku yang bersikeras memasukkan adikku ke bimbingan belajar, dan di kubu sebelah ada aku dan ayah ku yang sepemikiran bahwa saat ini, terlalu kasihan jika sepanjang hari kegiatan Wibri hanya diisi dengan belajar dan belajar saja, mengingat Wibri masih terlalu dini jika terlalu diporsir  waktu belajarnya. Apalagi jarak tempat bimbingan belajar yang bisa dibilang cukup jauh dari tempat tinggal kami membuat kami sekeluarga harus pikir-pikir lagi jika ingin memberikannya les tambahan.
Tapi sebenarnya disatu sisi aku setuju dengan alasan yang diutarakan Ibuku,  (*duh, sebenarnya aku ini dilema)

Ibuku takut jika adikku Wibri tertinggal pelajaran karena beberapa temannya telah mengikuti les tambahan diluar sekolah dan aku juga mengerti kekhawatiran ibu jika melihat materi-materi pelajaran sekarang yang sudah melompat jauh dari zaman-zaman kami sekolah dulu dikarenakan kurikulum yang sudah sangat berbeda. (trivia : pernah suatu waktu, aku mencoba menyelesaikan soal punya anak kelas 4 SD *perlu dicamkan ANAK SD pemirsa!! Dan menurutku soal itu sudah bisa dibilang sangat sulit, sampai-sampai dalam hati aku menceletuk “ini soal bener punya anak kelas 4 SD atau bukan?”)
Semua alasan-alasan tersebut sangat masuk akal..!! 

Dengan segala pertimbangan itu kami mulai mencoba lebih terbuka dan mendiskusikan bagaimana jika Adikku dimasukkan Bimbingan BelajarOnline saja.Nah, Dari situ benang merah mulai terurai..

Kami mulai mendiskusikan Bimbel Online mana yang sesuai dengan kebutuhan Wibri saat ini, dan bertemulah kami dengan aplikasi Ruangguru..

tinggal didownload diplaystore nih cingudeul!!
Aplikasi ini udah tersedia di playstore dan bisa diinstall dimobile maupun desktop loh cingudeul

Wibri sangat beruntung dia hidup di Era digital seperti ini, saat aku pertama kali mencoba aplikasi Ruangguru ini aku cukup terkagum dengan segala kelengkapannya.

pilih kelas yang diinginkan ya cingudeul!!
saat pertama kali masuk aplikasi kita akan ditanya mengenai jenjang pendidikan dan kurikulum yang akan dipakai agar materi yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan sang anak, setelah itu barulah kita masuk disebuah ruang yang dinamakan “Ruang Belajar”


daebakk!!
Nah didalam ruang belajar ini ada berbagai mata pelajaran atau topik yang ditawarkan mulai dari Bahasa, Matematika sampai mengaji , keren kan?
mengusung tema colorful membuat anak-anak lebih tertarik belajar nih!!
Nah, didalam topik yang akan dibahas akan ada video belajar mengenai materi yang akan disampaikan oleh tutor plus animasi yang lucu dan gemas yang menambah atractive nya pembelajaran tersebut, video yang ditayangkan pun berdurasi ±10 menit sehingga anak-anak tidak akan bosan menontonnya.

Nah setelah itu kita bisa mendampingi anak-anak untuk mengerjakan latihan soal dan pembahasannya.
Kaliann bisa lihatkan cingudeul ? wibri benar-benar menikmati saat-saat belajarnya bersama Ruangguru, sangat menyenangkan rasanya saat melihat Wibri antusias belajar tanpa harus mengorbankan hak nya untuk menikmati bermain di usia-nya.


Owhh iya, hampir lupa..
Kalian mungkin penasaran dengan berapa harga yang harus kami bayar untuk mendatangkan semua fasilitas belajar ini kerumah?
terjangkau sekali kan?
Kalian gak usah takut, karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah ketimbang Bimbel diluar sana. Apalagi mengingat segala kelengkapan materi dan soal-soal yang ada didalamnya , harga tersebut sesuai dengan fasilitas yang akan kita dapatkan.

Nah, sekian cerita dan pengalaman aku tentang cara mengatasi masalah “Mengutamakan Hak belajar atau Hak bermain anak?”
Semoga ceritaku ini bisa bermanfaat dan membantu kalian yang mempunyai masalah yang sama dengan aku, dan sampai jumpa di artikel selanjutnya..
Annyeong!!



Warm regards,

 winda

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Langkah kecil
Maira Gall